JANJI 95 MAHASISWA

Cirebon – Sebanyak 95 Mahasiswa Akbid Muhammadiyah angkatan IX tahun akademik 2014/2015 angkat janji di Grage Convention Hall, Kamis (26/3). Angkat janji tersebut dihadiri Direktur Akbid Muhammadiyah Cirebon, Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Koordinator BPH Muhammadiyah Provinsi Jawa Barat, Ketua BPH Akbid Muhammadiyah Cirebon, Para Senat, Dosen, Mahasiswa dan Orang Tua nya, beserta tamu undangan lainnya.

Direktur Akbid Muhammadiyah Cirebon, Hj. Ilah Sursilah, S.Si.T.,M.Kes mengatakan, janji yang diucapkan lulusan Akbid Muhammadiyah Cirebon harus betul-betul dipegang teguh dan dilaksanakan sebaik-baiknya. “Janji ini bukan sekedar Janji yang diucapkan dihadapan Orang Tua, Akademik, dan Para Tamu Undangan, tetapi janji kepada Allah Yang Maha Pengasih serta Maha Penyayang.” Ujarnya.

Ilah melaporkan Akademik yang berkaitan dengan perkembangan Akbid Muhammadiyah Cirebon. Setelah Akbid Muhammadiyah Menyelenggarakan pendidikan tinggi di ilmu kebidanan selama 8 tahun 8 bulan, sesuai rencana induk pengembangan yang telah ditetapkan dan sejalan dengan kebijakan Kementerian Ristek dan Pendidikan Tinggi, maka pada tahun 2015 mengusulkan perubahan kelembagaan dari akademik menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes).

“Alhamdulillah dari 4 program studi yang diusulkan, satu program studi yang direkomendasikan oleh Kopertis yaitu S1 Farmasi. Program studi ini didasarkan masih tingginya kebutuhan tenaga apoteker dan farmasi. Begitu juga semakin meningkatnya investasi asing di bidang farmasi. Selain itu, tantangan Indonesia dalam pendayagunaan Fitofarmatika atau tanaman obat dan herbal yang semakin mendapat tempat di masyarakat, maka S1 Farmasi masih sangat potensial untuk dikembangkan.” Jelasnya.

Kemudian, sesuai dengan implementasi SPMI yang telah dilaksanakan secara sistematis, bertahap dan bekesinambungan, Akbid Muhammadiyah Cirebon dalam usia 4 tahun telah berhasil menunjukan reputasi kelembagaannya meraih akreditasi dari Ban-PT, maupun kemenkes dengan peringkat B (Baik) disaat sebagian besar Akbid di Jawa Barat dan Banten khususnya, lebih banyak yang terakreditasi C.

“Atas dasar itu, maka tidak mengherankan sebagai dampaknya kepada kualitas lulusan dimana berdasarkan hasil uji kompetensi tahun 2014 dinyatakan lulus dalam uji kompetensi.” Terangnya.

Dalam upaya pengembangan kelembagaan, Akbid Muhammadiyah Cirebon telah berhasil membangun satu unit Klinik Pratama yang merupakan Akbid pertama yang mempunyai Klinik Pratama dan sudah berjalan operansional. “Juga diharapkan memiliki daya ungkit dan kontribusi signifikan terhadap penguasaan kompetensi para lulusan.” Tuturnya.

Selain itu, pada tahun 2015, Akbid Muhammadiyah Cirebon merupakan salah satu dari 300 PTS di Jawa Barat yang mendapat kepercayaan menerima bantuan Gubernur sebesar Rp.300 Juta, yang akan digunakan untuk pembangunan 3 lokal ruang kelas baru untuk persiapan tranformasi menajadi STIKes. Tak hanya itu, dalam rangka meningkatkan daya saing, lulusan Akbid Muhammadiyah telah berhasil membangun kerjasama kelembagaan dengan beberapa institusi pendidikan tinggi, baik dalam maupun LN yaitu dengan National Taipei University di Taiwan. Dan sebagai antisipasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Akbid Muhammadiyah Cirebon telah menandatangani MoU kerjasama dengan SEAMOLEC.

“Oleh karena itu, semua civitas akademika Akbid Muhammadiyah Cirebon harus mulai menata diri mempersiapkan berbagai Softskill dan Hardskills dalam mengatisipasi era persaingan bebas, khususnya dalam pendayagunaan masyarakan” harapnya .

  • Like!
    0

Facebook Comments: