PROFILE

     Partisipasi masyarakat dalam pembangunan pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Sejarah telah membuktikan bahwa peranserta masyarakat dalam pendidikan di Indonesia telah mampu mengantarkan sebagian rakyat Indonesia menjadi masyarakat yang terdidik sehingga melahirkan kaum-kaum cendekiawan yang memiliki jiwa patriotism dan nasionalisme yang tinggi yang telah mengantarkan Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan Indonesia. Sebut saja Perguruan Taman Siswa dengan tokoh Ki HajarDewantara-nya yang meletakkan dasar-dasar pendidikan bagi bangsa Indonesia. Demikian halnya KH.Ahmad Dahlan yang kemudian menjadi pelopor pembentukan organisasi keagamaan Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat lainnya. Demikian pula KH.Hasyim Asya’ari yang melahirkan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia Nahdhatul Ulama (NU) yang juga berkontribusi dalam melahirkan berbagai sekolah dan madrasah. Semuanya merupakan bukti peran serta masyarakat, baik secara individu maupun kelompok dalam penyelenggaraan pendidikan.

     Didorongoleh kesadaran bahwa PP Muhammadiyah telah berkiprah hampir 1 abad (100 tahun) dalam menyelenggarakan pendidikan mulai tingkat SD, SMP, SMK dan PerguruanTinggi. Hal ini sebagai bukti nyata peran serta masyarakat dalam pendidikan nasional, maka tidaklah lengkap jika kemudian tidak disempurnakan dengan inisiatif untuk menggagas mendirikan perguruan tinggi. Kesadaran ini juga dipicu oleh concern PD Muhammadiyah Cirebon terhadap keinginannya untuk ikut berkontribusi menjadi mitra Pemerintah Kota dan Kabupaten Cirebon khususnya dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat  pada umumnya dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

     Keberadaan Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon bermula dari rencana Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota dan Kab. Cirebon untuk mendirikan Politeknik Kesehatan (Poltekes) Muhammadiyah Cirebon, dimana pada waktu itu telah berdiri Akademi Keperawatan (Akper) dan Akademi Farmasi (Akfar) yang bertempat di Jalan Walet dan Jalan Cideng Indah Cirebon. Namun dalam perjalanannya PD Muhammadiyah Kota dan Kab. Cirebon terjadi Pembagian wilayah kerja dan Akademi kebidanan (Akbid) termasuk dalam Wilayah kerja dari PD Muhammadiyah Kota Cirebon.

     Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam amarma’ruf nahi munkar terutama dengan berdirinya amal usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan,kesehatan dan kesejahteraan sosial. Akademi kebidanan Muhammadiyah Cirebon (AKBID Muhammadiyah) yang padatanggal 31 Juli 2006 didirikan berdasarkan (1) SK.RekomendasiDepKes RI Badan PPSDM No.HK.032.4.1.01868. (2) SK.Depdiknas RI Kopertis Wilayah IV No.10397/D/T/K.IV/2012. Sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan kesehatan dalam menjalankan visi dan misinya sesuai dengan Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 86/SK-PP/IV-B/1.C/1998 tentang Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, Peraturan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 01/PRN/I.0/B/2012 tentang Majelis Pendidikan Tinggi, Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 02/PED/1.0/B/2012 tanggal 16 April 2012 tentang Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Ketentuan Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 178/KET/I.3/D/2012 tentang Penjabaran Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah No. 02/PED/I.O/B/2012 tentang PTM.

     Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon tepatnya diresmikan pada tanggal 31 Juli 2006 yang semula di Jalan Walet kemudian pindah ke Jalan Kalitanjung Timur No. 14/18 A Kel./Kec. Harjamukti Kota Cirebon, telphon (0231) 487677 Sampai dengan sekarang, berdasarkanKeputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor: 146/D/O/2006 tanggal 31 Juli 2006 tentang pemberian ijin penyelengaraan program studi dan pendirian Akademi Kebidanan Muhammadiyah Cirebon. Dalam perjalanannya Akbid Muhammadiyah Cirebon telah mempraktikkan tata pengelolaan perguruan tinggi yang baik, sehingga sampai dengan tahun 2013 ini Akbid Muhammadiyah Cirebon telah TERAKREDITASI BAN PT dengan peringkat B (BAIK) dan TERAKREDITASI DEPKES juga dengan peringkat B (BAIK).

Setelah beroperasional selama 7 (tujuh) tahun, Akbid Muhammadiyah mengalami perkembangan dari segi SDM diantaranya Tenaga Pendidik dari 5 menjadi 15 orang, tenaga kependidikan dari 5 menjadi 23 orang. Pada Awal berdiri Jumlah Gedung 3 (Asrama, Kantor dan kelas, laboratorium klinik) bertambah menjadi 6 (Asrama, kantor, klinik, laboratorium klinik, perpustakaan, dan kelas). Perkembangan ini disesuaikan dengan jumlah pertambahan mahasiswa dan kebutuhan sesuai dengan rasio mahasiswa.

Pengembangan perguruan tinggi dapat didorong oleh pengaruh pihak eksternal yaitu adanya kerja sama Rumah Sakit, Klinik, BPM sewilayah III Cirebon untuk menunjang proses kegiatan akademik sedangkan untuk pengembangan sarana dan prasarana mendapatkan hibah Kompetitif dari Kemendikbud Tahun 2010, Gubernur Jawa Barat Tahun 2010, Pemerintah Kota Tahun 2008. Bantuan Beasiswa Prestasi Peningkatan Akademik (BPPA) mulai 2008 sampai dengan sekarang.